Peran Kecerdasan Buatan dalam Penguatan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.69901/8j2mhv21Keywords:
kecerdasan buatan, berpikir kritis, Pendidikan Agama Islam, Analisis dalil, refleksi kritisAbstract
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin banyak digunakan dalam pembelajaran untuk membantu peserta didik memperoleh informasi, menganalisis materi, dan menyusun argumen. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), AI berpotensi mendukung penguatan berpikir kritis melalui analisis dalil, perbandingan pendapat ulama, pengkajian konteks ayat dan hadis, serta refleksi terhadap persoalan keagamaan kontemporer. Namun, penggunaan AI juga berisiko mendorong jawaban instan, ketergantungan kognitif, dan penerimaan informasi tanpa refleksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam penguatan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, Garuda, dan Google Scholar menggunakan kata kunci artificial intelligence, ChatGPT, critical thinking, Islamic education, Pendidikan Agama Islam, dalil analysis, reflection, dan cognitive offloading. Sebanyak 15 artikel yang diterbitkan pada rentang 2020–2026 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat memperkuat berpikir kritis apabila digunakan secara terstruktur untuk membandingkan sudut pandang, menguji argumen, menelusuri sumber, dan merefleksikan jawaban. AI juga dapat mendukung pembelajaran personal, umpan balik adaptif, dan proses metakognitif. Namun, penggunaan AI secara pasif atau tanpa arahan cenderung mendorong cognitive offloading, mengurangi keterlibatan analitis, dan menimbulkan penerimaan jawaban tanpa verifikasi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa AI tidak secara otomatis memperkuat atau melemahkan berpikir kritis; dampaknya ditentukan oleh desain pembelajaran, peran guru, dan tingkat keterlibatan peserta didik. Rekomendasi implementasi mencakup penggunaan AI sebagai mitra diskusi, penguatan literasi AI keagamaan, pelatihan guru, serta pengembangan tugas yang menuntut analisis dalil dan refleksi kritis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khatulistiwa: Jurnal Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.










