Sinergi Literasi Digital dan Moderasi Beragama: Tinjauan Bukti Empiris tentang Deradikalisasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Authors

  • Muhammad Iqbal Dewantara Universitas Islam Internasional

Keywords:

literasi digital, moderasi beragama, deradikalisasi, PTKIN, efek sinergis

Abstract

Latar Belakang: Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) menghadapi tantangan serius berupa penetrasi radikalisme digital. Mahasiswa sebagai pengguna internet paling aktif berada pada risiko tinggi terpapar narasi ekstremis. Literasi digital dan moderasi beragama masing-masing telah diidentifikasi sebagai faktor kunci deradikalisasi, namun mekanisme sinergi keduanya belum diuji secara sistematis.

Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan mensintesis bukti empiris tentang bagaimana literasi digital dan pemahaman moderasi beragama bekerja secara sinergis dalam membangun sistem kekebalan kognitif mahasiswa PTKIN terhadap radikalisasi.

Metode: Menggunakan protokol PRISMA, penelusuran sistematis dilakukan terhadap basis data Scopus dan Sinta periode 2015–2025. Sebanyak 23 studi yang memenuhi kriteria dianalisis, mencakup desain kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran.

Temuan Utama: Bukti empiris menunjukkan adanya efek sinergis yang signifikan antara pemahaman moderasi beragama dan literasi digital. Moderasi beragama berfungsi sebagai filter normatif, sementara literasi digital berfungsi sebagai filter kognitif. Secara bersama-sama, keduanya memiliki daya penjelas yang lebih besar terhadap sikap anti-radikalisme mahasiswa dibandingkan masing-masing variabel secara terpisah. Studi kuantitatif menunjukkan koefisien regresi standar untuk pemahaman moderasi beragama sebesar β=0,676, sedangkan literasi digital sebesar β=0,541. Studi kualitatif mengungkap fenomena "jebakan verifikasi identitas": mahasiswa yang kurang memiliki literasi digital kritis cenderung mencari informasi yang mengonfirmasi identitas kelompoknya而非 melakukan verifikasi fakta, sehingga terperangkap dalam ruang gema digital yang dogmatis. Mekanisme mediasi kelembagaan—termasuk integrasi kurikulum, transformasi fungsi perpustakaan, dan program duta digital—memainkan peran kunci dalam mengubah kapasitas individu menjadi pertahanan sistemik.

Kontribusi Teoretis: Tinjauan ini mengusulkan kerangka "Resiliensi Sinergis Digital-Religius" yang mengintegrasikan dimensi normatif moderasi beragama dengan dimensi kognitif literasi digital sebagai mekanisme perlindungan ganda dalam deradikalisasi, mengisi celah teoretis dalam literatur yang selama ini memisahkan kedua variabel

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Sinergi Literasi Digital dan Moderasi Beragama: Tinjauan Bukti Empiris tentang Deradikalisasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. (2025). Khatulistiwa: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 118-128. https://jurnal.elkatarie.ac.id/index.php/khatulistiwa/article/view/860

Similar Articles

1-10 of 23

You may also start an advanced similarity search for this article.